Tuesday, September 26, 2017

Ketahuan Ngintip Malah Diajak ML

Aku adalah pelajar kelas 3 SMA namaku Josua. Tidak menunggu waktu yang lama lagi aku akan menikmati kebebasanku sebagai anak sekolah. Tidak lagi masuk jam 7 dengan tata tertib yang sangat ketat. Aku akan bebas dari sekolah ini. Aku terlahir dari keluarga yang berada. Ayah dan ibuku sibuk bekerja untuk ketiga anaknya.


Dari sejak kecil aku terbiasa dengan pembantu saja. Orangtua hanya memantau dari segi sekolah saja. Urusan di rumah sudah pembantu semua. Kebetulan aku anak terakhir,kakakku sudah berkeluarga. Sedangkan kakakku nomor dua itu sedang menuntut ilmu di luar negeri. Aku di rumah bagaikan raja dengan 3 pembantu.

Ayah ibu sibuk jarang ada waktu untuk aku. Aku terbiasa mandiri semua serba sendiri, yang penting uang lancar dan banyak teman disampingku. Rindu akan belaian orangtua itu pasti namun mereka lebih asyik bekerja. Sampai pada akhirnya aku masuk ke dalam pergaulan yang salah. Pergaulan bebas menjeratku.

Lingkungan sekolah terutama, mampu mengubahku hingga aku menjadi brutal. Berawal dari melihat video bokep dan aku praktekkan dengan pembantu baruku. Di sekolah disediakan wifi untuk pembelajaran namun aku salah gunakan untuk melihat video porno. Aku belajar seks setiap hari setelah aku menonton video itu biasanya aku ke kamar mandi.

Aku kocok penisku sendiri hingga mengeluarkan pejuh. Terasa lega sekali saat aku bisa mengeluarkan kenikmatan itu. Aku juga koleksi gambar-gambar wanita sexy buat simpanan aku. HP ku aku beri kode biar nggak ada yang bisa buka. Karena stok video bokepku banyak sekali. Karena pengaruh video itu sangat kuat aku pengen melampiaskan hawa nafsuku.

Harus mencari pelampiasan seorang wanita, nggak mungkin kalau teman sekolah aku belum berani. Singkat cerita, aku udah galau sekali di rumah seharian hanya melihat video saja. Sampai aku ngocok 2 kali pakai sabun di kamar mandi. Aku laper , aku pun keluar menuju meja makan. Aku melihat pembantuku mbak Siti sedang mengepel lantai.

Nggak biasanya dia ngepel sambil pantatnya bergoyang-goyang. Aku duduk dimeja makan sambil melihat goyangan mantap mbak Siti. Aku nggak jadi makan yang ada aku Sange lihat goyangan itu. Dia goyangkan ke atas terlihat celana dalamnya berwarna merah. Pakai baju sexy lagi hmmm aku mulai ngeracau pandanganku tertuju pada mbak Siti.

Bisa jadi alatku siang nanti di ranjang. Mbak Siti pembantu muda usianya sekitar 26 tahun. Dia sudah lama tinggal disini mengurusku. Nggak biasanya dia memakai pakaian sexy. Mungkin dia tidak tahu kalau hari ini aku libur. Kebetulan sekali aku juga lagi sange. Setelah mbak Siti selesai megepel semua ruangan aku mengikutinya.

Dia menjemur pakaian di belakang rumah sambil mendengarkan music. Masih dengan goyangannya “jarang goyang” lagu yang pas. Aku semakin mendekatinya, dia malah menguraikan rambutnya. Aku lihat kakinya mulus sekali, bodynya asoy. Udah kayak artis bokep aja nih mbak Siti. Dia masuk ke kamar mandi aku nungguin dia keluar lama sekali.

Keluar dari kamar mandi memakai handuk saja rambut diikat ke atas. Wow lehernya mulus sepertinya nikmat jika dijilati dengan lidahku. Coba aja handuknya lepas dari ikatannya. Aku tak henti memandanginya. Dia menjemur celana dalamnya yang tipis itu. Eh handuknya lepas beneran, mbak Siti telanjang di depan mataku.

Aku lihat payudaranya besar sekali tubuhnya semok. Penisku langsung tegak melihat kemulusan tubuh mbak Siti. Aku masih bengong lama sekali payudaranya besar putingnya menonjol sekali. mbak Siti buru-buru menutupi handuk tubuhnya. Aku mengikutinya kembali dan masuk ke kamar. Jendela kamarnya terbuka lebar.

Mbak Siti yang hobi degerin dangdut itu ganti pakaian pun sambil goyang. Menggunakan deodoran pada ketiaknya. Handuknya dia lepas kembali, payudaranya dia remas sendiri. Menggunakan handbody dia remas-remas payudaranya. Handuk tebal itu menutupi memek mbak Siti. Aku melihat gerak geriknya sambil memegang penisku.

Handuknya perlahan dia buka dan dia gantungkan di belakang pintu. Aku lihat pantatnya sangat lebar sekali mulus dari belakang terlihat jelas. Aku menunggu dia membalikkan badan pengen lihat memek mbak Siti. Akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang juga, dia membalikkan badan. Aku lihat dengan jelas payudara mbak Siti. Memekknya yang rimbun dengan bulu kemaluan.

Dia mengoleskan handbody ke selakangannya sambil duduk megangkang. Waow sungguh seperti melihat bokep secara langsung. Aku nggak kuat, langsung saja aku masuk ke kamar dan menguncinya. Mbak Siti terkejut melihatku masuk ke kamarnya. Dia mengambil selimut yang ada disebelahnya untuk menutupi tubuhnya,

“Josua kok masuk nggak ketuk pintu dulu sih?”

“nggak perlu ketuk pintu mbak, Josua udah nggak tahan dengan kemolekan tubuh mbak Siti …”

“ihhh daritadi kamu ngintip mbak ya…”

“iya mbak, Josua nggak tahan, penis Josua semakin tegang. Lihat nih…” aku membuka celanaku sehingga terlihat penisku dengan jelas.

“adduuuhh..kamu kok nakal sih sekarang..hmmmmm”

“ayolah mbak puasin Josua sekarang juga….”

“aaahhh kamu ini maksa deh, yaudah sini sayang….”

Tak menyangka mbak Siti menuruti permintaanku. Dia malah menyodorkan dirinya untuk aku nikmati. Dia sepetinya memang haus akan belaian pria. Mbak Siti membuka selimutnya aku melihat tubuh mulusnya terlentang di ranjang kecil miliknya. Jendela sudah aku tutup rapat pintu juga aku kunci biar tidak ada yang menggangguku.

Kipas angin aku nyalakan biar nggak gerah. Semua seakan sudah siap tinggal menikmati goyangan mbak Siti yang terlihat sangat binal itu. Mbak Siti udah siap dia mengangkang lebar aku berada diatasnya menciumi bibir tipis dia. Seperti film bokep aku mempraktekannya setiap gerakan itu. Aku ingat semua gerakan yang membuat wanita bergairah.

Aku ciumi bibir mbak Siti kemudian tanganku membelai rambut hingga telinganya. Mbak Siti pemain yang keras ternyata. Dia meremas-remas penisku yang mungil itu. Aku menjilati leher hingga ke telinganya, mbak Siti medesah manja,

“aaaaaahhh…aaaakkkhhhh……geli sayang….aaaahhhhhhhhhhh……”

Mbak Siti pun tak mau diam saja dia juga memelukku dengan erat. Aku masih asyik menjilati leher dan telinganya. Dadaku menempel pada payudara montoknya, sementara penisku menempel pada memeknya yang terlihat besar dan kenyal itu. Kita tak henti saling membangkitkan gairah kita masing-masing. Aku meremas payudaranya yang besar itu.

Aku remas dan putingnya aku jilati dengan lidahku. Aku suka sekali ketika menjilati putting susu mbak Siti. Aku jilat aku emut dan aku sedot mbak Siti langsung mendesah keras,

“aaawww….aaaakkkhhhh….aaaaahhhh….nikmat sayang…..aaaahhhhh….”

Aku menikmati payudara mbak Siti kurang lebih 15menit. Mbak Siti orgasme dua kali saat aku mengulum putting susunya. Aku cipok kedua payudaranya hingga memerah. Mbak Siti hanya pasrah saat aku terus memainkan payudara itu. Aku meminta dia untuk membuka lebar kembali memekknya. Posisi seks berubah lagi, seperti angka 69.

Aku menjilati memek mbak Siti sedangkan dia mengulum penisku. Busseett kuluman penis itu terasa begitu nikmat. Awalnya dia jilati ujungnya hingga aku merasa sangat geli. Lalu perlahan penisku di masukkan ke dalam mulutnya. Lalu dia kocok penisku dan mulutnya tak henti untuk terus mengulum penisku.

Memek mbak Siti harum sekali selakangannya aku jilati dengan lidahku. Kita berdua sama-sama sangat bergairah. Aku menjilati memeknya yang harum itu, aromanya bikin tambah nafsu saja. Lidahku berkelana menjilati memek mbak Siti. Keluar lagi cairan nikmat dari memek mbak Siti. Namun tak menyurutkan niatku untuk terus menikmati memek mbak Siti.

“aaaawww….aaaaahhh….aaaakkkhh….aaaahhh……”

Penisku terus dikulum dia sampai aku juga sangat bergairah. Nikmat sekali sedotan penis itu membuat aku mabuk kepayang. Apalagi dia mengecup penisku terus, dia terlihat sangat bergairah sekali. Posisi seks kembali berubah aku mencoba memasukkan penisku ke dalam memek mbak Siti. Kakinya sudah terbuka lebar, aku jilati putingnya kembali.

Biar makin nikmat dan semangat. Lalu aku jilati dulu memeknya sebelum terpedoku menjelajahi memeknya. Biar basah dulu memeknya biar makin mudah penisku masuk ke dalam memek mbak Siti,

“aaaahhh….aaaahhh……aaakkkhh…ooohh……”

Ujungnya aku putar-putar di depan lubang kenikmatan itu. Perlahan dengan penuh perasaan aku memasukkan penisku. Ujung penisku dengan mudahnya masuk ke dalam lubang kenikmatan mbak Siti,

“mmmmmm….aaaahhhh…..mmmm…..aaaaaaaaaaaahhh…….”

Aku tekan penisku masuk ke dalam memek mbak Siti. Mbak Siti mendesah dengan nafas terengah-engah karena tembakanku sangat nikmat. Aku genjot terus penisku ke dalam memek mbak Siti. Keluar masuk penisku dan sedikit aku gerakan pantatku. Aku goyangkan pantatku sampai dia merasakan kenikmatan,

“aaahhh…terus sayang…aaahhhh….aaahhhhh…ooohh……”

Penisku menusuk-nusuk ke dalam memek mbak Siti. Berkelana di dalam kenikmatan aku enggan melepaskan penisku. Aku remas payudara mbak Siti dengan penuh gairah. Sesekali aku emut putting susunya terus menerus. Hingga gairah mbak Siti memuncak dengan cepat,

“oooooohhh….aaaahhhhhh…..oooohhh……aaaaaaakkkhhhh……”

Dia mengangkat pantatnya ke atas, wuhhh begitu terasa nikmat. Karena mentok masuk ke dalam memeknya. Penisku tak bisa bergerak ketika dia menjepit dengan jepitan mautnya. Dia jepit sampai aku tak bisa melepaskannya. Kemudian dia lepaskan aku bergoyang kembali. Mbak Siti sungguh binal gerakannya tak tertahankan.

Jepit lalu lepas kemudian jepit lagi begitu seterusnya. Dia juga bisa menggoyangkan pantatnya di bawah. Aku benar-benar kuwalahan menghadapi gairah seks mbak Siti. Aku juga terus menekan keluar masuk penisku, payudaranya ikut bergetar. Naik turun sangat montok sekali, bagaimana aku nggak memuncak kalau di depan mata disuguhi payudara montok seperti ini.

Mbak Siti enggan berhenti aku terus mendorong penisku di dalam. Keringat kita jatuh bercucuran demi sebuah kenikmatan. Dorongan dan tekanan yang sangat kuat antara kita berdua,

“aaaahhhh….aaaaaahhhhh……ooooohhhhh…..aaaaahhh……”

Dengan cepat mbak Siti menggulingkan tubuhnya dan aku jadi di bawah dia. Posisi seks berubah kini mbak Siti lebih berperan karena dia diatas. Tanganku memegang kedua payudaranya aku remas terus. Dia mulai dengan gerakannya, pantatnya maju mundur. Memeknya di tekan untuk menusuk-nusuk penisku.

Dia seakan terus bergoyang diatas, tak ada rasa capek sama sekali. Mbak Siti justru menggenjot memeknya untuk terus menancap di dalam penisku,

“ooohhhh…aaaahhh……oooooohhh….aaahhh terus mbak….aaaahhhh…..”

“pejuhku udah mau keluar mbak……”

“jangan dulu Josua sayang…..”

“ aku udah nggak tahan mbak, Ouhhhhhh…..”

Kemudian Mbak Siti  segera berdiri dan berada di depan penisku untuk bersiap menikmati pejuhku, Bandar Poker Terbaik.

“cccccrrrrooootttt….ccccrrrrrooott….ccccrrroooottt……Ahhhhhhh….”

Pejuhku keluar dengan derasnya didalam mulut Mbak Siti. Mulut mbak Siti saat itu terpenuhi dengan sperma kentalku. Dia menelan semua pejuhku di dalam dengan lahapnya tanpa rasa jijik sedikitpun. Dia jilati hingga tak tersisa sungguh mbak Siti ternyata juga maniak seks sama sepertiku. Aku puas sekali sore itu namun mbak Siti belum puas.

Setelah puas menikmati pejuhku, seketika itu dia memintaku kembali melayani nafsu sexsnya. Penisku yang masih tegang itu dia jilati hingga semakin besar dan birahikupun bangkit kembali, maklum darah muda,hhe. Dia mengkulum penisku dengan mulutnya yang lebar itu. Dia lakukan handjob sembari mengkulum terus penisku sampai aku tak kuasa menahan kenikmatan,

“aaaaaahhh…mbakk…aaaaaahhhhhh…….”

Dia emut penisku ke dalam mulutnya, dia sedot lagi sampai aku menggerakakan tubuhku. Penisku yang besar itu dia kulum dengan penuh gairah.Mbak Siti benar-benar liar sekali, wajahnya memerah ketika menikmati penisku. Belum ada 5 menit aku merasakan dari dalam penisku ada yang akan keluar, dan ternyata pejuhku keluar untuk kedua kalinya, SumoQQ.

“cccrrrrooootttt…..ccccrrooooott…..ccrrrrooototttt…..”

Lagi-lagi dia menelan spermaku sampai tak ada sisa sedikitpun. Setelah aku orgasme 3 kali aku terkapar lemas dan akhirnya sore itu tertidur di kamar mbak Siti. Mbak Siti mandi dan kemudian meneruskan pekerjaannya. Aku loyo dibuat mbak Siti crott tiga kali. Itulah pengalamanku pertama melakukan hubungan seks dengan pembantuku. Sekian.


0 comments:

Post a Comment